Tips budidaya ikan lele sangkuriang di kolam tanah-2,5bln panen

Kiat budidaya lele dikolam tanah

Berternak lele sebenarnya masih sangat prosepek baik dari segi pembudidayaannya maupun dalam pemasarannya, Tingginya permintaan terhadap jenis ikan ini baik untuk sekedar di konsumsi maupun dijadikan sebagai produk olahan menjadi salah satu yang mempengaruhi bisnis ini sangat menjanjikan. Dari segi budidaya ikan lele merupakan salah satu ikan tawar yang kuat dari segi penyakit maupun hama karena lele mampu bertahan dari berbagai suhu air.

Sama seperti jenis ikan lele lainnya lele sangkuriang juga dapat dikembangbiakkan dikolang tanah, semen, maupun terpal, tapi kali ini saya akan membahasa dikolam tanah. Keuntungan kolam tanah yaitu dengan bersinggungan secara langsung air dengan tanah maka secara otomatis maka ketersedian makanan alami baik dari hewan kecil maupun lumut yang tumbuh disekitar kolam tersebut. Selain itu sisa makanan atau kotoran akan cepat terurai melalui pembusukan dan bantuan hewan kecil yang ada pada kolam hal dapat membuat kondisi air kolam tetap terjaga dan tidak cepat bau.

Proses pembuatan kolam

Dalam pembuatan kolam tanah dapat dengan berbagai cara diantaranya kolam tanah dengan tanggul tanah, kolam tanah dengan tanggul tembok/beton (semi intensif) dan kolam tanah air payau. Kolam tanah dengan tanggul tanah biasa digunakan oleh petani ikan secara tradisional karena lebih mudah dan biayanya juga lebih murah tetapi diperlukan ketelitian karena jenis kolam ini rawan akan bocor yang mengakibatkan berkurangnya debit air kolam bahkan menjadi kering, sementara kolam tanah dengan  tanggul beton lebih kuat dan tahan lama karena tanggul dari beton mampu dari segala upaya kerusaka dari hama maupun jenis binatang lainnya seperti belut, kepiting dan lainnya. Kolam yang terbuat dari air payau umumnya lebih sering digunakan petani yang lebih dekat dengan laut. Ukuran kolam air payau umumnya tidak lebih dari 1000M². NB: budidaya ikan lele dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan utama maupun sebagai usaha sampingan.

Tahap pengeringan kolam

Setiap kali memulai budidaya ikan pengeringan kolam tanah harus dilakukan, Pengeringan ini bertujuan untuk memastikan semua jenis hama yang ada didalm kolam tersebut tidak  ada lagi. Proses pengeringan ini dapat dilakukan antara 3 sampai dengan 7 hari tergantung suhu cuaca disekitar. Sebagai pedoman dalam pengeringan ini kamu bisa lakukan dengan menginjak tanah kolam tersebut bila tanah tersebut terlalu kering hingga tanah membatu atau retak hal ini tidak bagus sebaiknya bila tapak kaki kita meniggalkan jejak dengan kedalaman kurang lebih satu centimeter sudah cukup dan bila jejak kaki yang ada didalam kolam masih dalam artinya lumpur masih sangat masih itu belum maksimal.

Tahap pembajakan tanah

Setelah penjemuran dilakukan kurang lebih 3-7 hari tahap selanjutnya ialah pembajakan/penggemburan. Pembajakan dapat dilakukan secara manual dengan mencangkul dengan kedalam kurang lebih 10 cm yang bertujuan untuk membalik tanah serta menjadikan tanah menjadi subur. Secara bersamaan bila anda menemukan lumpur hitam sebaiknya angkat dari kolam tersebut karena lumpur tersebut sisa dari pakan ikan yang tidak habis biasanya menimbulkan aroma bau busuk dan mengandung gas beracun seperti hidrogen sulfida (H2S), nitrit (NO2) dan amoniak (NH3).

Tahap Pengapuran kolam tanah

Pengapuran ini sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan PH tanah yang turun karena pemakain kolam yang berulang ulang.  Proses pengapuran dapat dilakukan dengan menyiram dolomit. Derajat kesamaan PH biasanya disesuaikan dengan kondisi tanah antara 7-8 PH.

Jumlah kapur yang disuramkan dalam kolam berkisar 2 ton dalam 1 ha, tetapi untuk lebih pastinya harus disesuaikan dengan kondisi PH tanah kolam terebut.Pada jenis tanah liat berlumpur, takaran pengapuran untuk menetralkan pH tanah adalah sebagai berikut:
pH kurang dari 4,0 jumlah kapur 4 ton/ha
pH 4,0 – 4,4 jumlah kapur 3 ton/ha
pH 4,5 – 5,0 jumlah kapur 2,5 ton/ha
pH 5,1 – 5,5 jumlah kapur 2 ton/ha
pH 5,6 – 6,5 jumlah kapur 1 ton/ha

Tahap pemupukan

Pemupukan kolam tanah tidak kalah penting dalam membudidayakan ikan lele, sebaiknya gunakan pupuk organik bisa dengan memanfaatkan pupuk kompo dan pupuk kandang dan bilamana dirasa masih kurang bisa dengan menambah pupuk kimia seperti pupuk TSP dan pupuk Urea.

Tahap pengaturan air

Sebaiknya genaingai kolam dengan ketinggian berkisar 10 sampai dengan 15 cm selama 2-3 hari hingga warna air tampak kehijaun yang artinya biota air sudah berkembang biak, setelah itu debit air bisa dinaikkan menjadi 100-120 cm lalu benih lele sangkurian siap ditabur.

budidaya ikan lele
sumber gambar: google image

Tahap pemilihan bibit 

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya gunakan bibit yang baik dan unggul adapun ciri ciri bibit lele yang baik sebagai berikut:

  • Dari segi kesehatan, bibit ikan lele yang sehat akan memiliki fostur tubuh yang profersional, ukuran kepala dan badan yang seimbang, tidak terdapat cacat dan bekas luka pada ikan tersebut, memiliki warna yang mengkilap dan cerah, tidak bergerombol disudut kolam.
  • Ukuran rata. Untuk mendapatkan hasil penen dengan ukuran yang rata sebaiknya gunakan bibit yang sama besar antara 3-4cm, selain itu ukuran yang sama dimkasudkan agar tidak saling memangsa antara satu sama lain karena ikan lele memiliki sifat kanibal.
  • Riwayat induk. Tanyakan apakah indukan dari bibit ikan tersebut berasal dari induk yang unggul.
  • Riwayat penyakit. Tanyakan juga apakah ikan tersebut pernah terserang penyakit dan bagaimana cara penanganan apakah menggunakan vitamin, antibiotik, probiotik atau hanya sekedar perawatan tekhnis saja.

Tahap pemberian pakan

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan waktu yang ditargetikan (2,5bln) sebaiknya beri pakan secara teratur dengan makanan pokok yakni pelet maupun makanan tamhan dari sisa makanan. NB: sebaiknya jangan memberikan pakan tambahan yang dapat merusak kadar air maupun menimbulkan bau busuk. Untuk memenuhi nutrisi yang cukup sebaiknya berikan Viterna Plus maupun POC NASA..

Masa panen.

Setelah budidaya ikan lele tersebut mencapat 2,5bln saatnya memasuki tahap panen. Proses panen ini dapat dilakukan dengan mengurangi volume air hingga 1cm.

sekian..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s